Kamis, 28 Februari 2013

laporan praktikum biologu uji makanan



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI MAKANAN
 



Di Susun Oleh:

Di susun oleh:
1.     Sulis Yunianti (XI IPA 2/08)
2.     Ria Anjasmaya (XI IPA 2/17)

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jetis Bantul Yogyakarta
Tahun Ajaran 2012/2013
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
          Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang atas nikmatnya kami dapat menyelesaikan pembuatan laporan biologi ini dengan lancar. Tak lupa sholawat serta salam  kita hanturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya nanti di yaumul qiamat. Amin...
          Kami ucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini. Yang tentunya tidak dapat kami sebutkan namanya satupersatu.
          Kami menyadari, bahwa laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bantul, Februari 2013

Penyusun  


A.       TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mengetahui kandungan zat-zat makanan dalam beberapa bahan makanan.
B.        ALAT DAN BAHAN
¥     Alat:
1.      Kertas buram
2.      Lampu spiritus
3.      Lumpang porselen
4.      Plat tetes
5.      Rak tabung reaksi dan tabung reaksi
¥     Bahan:
1.      Larutan benedick/ fehling A dan fehling B
2.      Larutan biuret
3.      Larutan lugol
4.      Bahan makanan, yang terdiri dari:
Hati, nasi, tahu, tempe, kuning telur, susu, jeruk, mentega, putuh telur, madu, dan bakso
C.       CARA KERJA
1.    Menumbuk masing masing bahan makanan yang telah disiapkan pada lumpang porselen.
2.    Menambahkan hasil tumbukan dengan akuades/ air hingga berbentuk larutan.
3.    Meneteskan masing-masing larutan pada plat.
4.    Menguji dengan menggunakan reagen-reagen yang ada (benedick, biuret, lugol)
5.    Memperhatikan keadaan yang terjadi sebelum ditetesi reagen. Lalu mengamati hasilnya.
6.    Catatan menggunakan reagen:
a.      Lugol : menetesi bahan makanan dengan 2 tetes larutan lugol dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
b.      Biuret : menetesi bahan makanan dengan 2 tetes larutan biuret dan mengamati perubahan waranya.
c.       Benedick : memasukkan bahan makanan ke tabung reaksi setinggi 1 cm, menetesi dengan larutan benedick sebanyak 3 tetes lalu mengaduk dan memanaskan dengan lampu spiritus selama 1 menit. Dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
d.      Menguji kandungan lemak bahan makanan dengan cara mengoleskan pada kertas buram dan menjemurnya. Lalu melihat bahan makanan apa yang transparan.

D.       DASAR TEORI
A.    Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang menjadi sumber energi utama bagi manusia dan hewan. Karbohidrat tersusun dari senyawa sederhana seperti monosakarida, disakarida, karbohidrat kompleks seperti polisakarida dan serat. Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
1.      Sebagai sumber energi utama bagi tubuh
2.      Mengatur metabolisme lemak
3.      Menjaga keseimbangan asam dan basa
4.      Membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh
5.      Membantu penyerapan kalsium
6.      Memberi rasa manis pada makanan
7.      Membantu mengeluarkan feses
Karbohidrat banyak terkandung dalam makanan yang terbuat dari padi-padian, umbi, dan kacang-kacangan. Semakin sederhana susunan molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut akan mudah dicerna dan rasanya akan semakin manis. Semakin panjang susunan molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut akan semakin sulit dicerna, misalnya serat. Akan tetapi makanan berserat ini akan bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan.
Di dalam saluran pencernaan, karbohidrat akan mengalami metabolisme. Proses tersebut terjadi di mulut, lambung, dan usus. Hasil akhir metabolism karbohidrat berupa glukosa berserta darah yang akan memenuhi kebutuhan energi sel-sel tubuh.
Klasifikasi Karbohidrat Berdasarkan Gugus Gula Penyusunnya
Nama Karbohidrat
(Rumus Kimia)
Contoh
Monosakarida
(C6H12O6) atau (CH2O)n
Glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, heksosa
Disakarida
C12 (H2O)11
¥    Laktosa : tersusun dari glukosan dan galaktosa
¥    Maktosa : tersusun dari glukosa glukosa
¥    Sukrosa : tersusun dari glukosan dan fruktosa
Polisakarida
(CH2O)n
Amilum, selulosa, glikogen (gula otot)
B.    Protein
Protein merupakan makromolekul penyusun bagian terbesar tubuh setelah air, yaitu seperlima bagian tubuh. Protein terbentuk oleh rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino yang tersusun dari unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang S serta P. asam amino terdiri atas satu gugus karbosil (-COOH), satu gugus amino, satu atom H, dan satu gugus radikal (-R).
Ada 20 jenis asan amino yang dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu:
1.      Asam Amino Essensial (utama) adalah asam amino yang sangat dibutuhkan dan tidak disintesis sendiri oleh tubuh. Asam amino tersebut hanya dapat disintesis oleh tumbuhan, misalnya lisin, triptofan, fenilalanin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, agrinin, dan histidin.
2.      Asam Amino Nonessensial adalah asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh, yaitu asparagin, asam aspartat, alanin, asam glutamat, glisin, glutamin, prolin, serin, sistein, sistin, dan tirosin.
Protein bermanfaat bagi tubuh karena mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
1.      Zat pembangun tubuh, meliputi mengadakan pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan struktur tubuh (sel, jaringan, dan organ)
2.      menyintesis substansi-substansi penting tubuh, misalnya hormon, enzim, dan antiodi.
3.      menjaga keseimbangan cairan tubuh, larutan asam dan basa, tekanan di dalam sekat sekat rongga tubuh, serta menjadi sistem buffer yang efektif.
4.      menyediakan sumber energi ( 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori)
5.       dan mendetoksifikasi zat-zat asing yang terdapat di dalam tubuh.
Protein dapat kita peroleh dari hewan (protein hewani) maupun tumbuhan (protein nabati). Sumber protein hewani antara lain daging, susu, dan telur, sedangkan sumber protein nabati antara lain padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran.
Rata-rata standar kecukupan protein sehari adalah 45 gram. Jika kekurangan protein akan menyebabkan penyakit kwashiorkor. Tingkat kebutuhan protein dipengaruhi okeh bobot dan ukuran badan, umur, jenis kelamin, penyakit, satuan gizi makan, kondisi tubuh, sifat protein yang dimakan, masa kehamilan (menyusui), dan status emosional.
C.    Lemak
Lemak atau lipid adalah senyawa organik yang tidak arut dalam air, tetapi larut dalam zat pelarut organik (nonpolar), seperti kloroform, eter, dan minyak tanah.
Lemak umumnya disusun oleh trigliserida (lemak netral) yang terdiri atas gliserol dan tiga asam lemak. Bedasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak apat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
Lemak dapat dikelempokan menjadi tiga macam, yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan lemak asli. Lemak mempunyai beberapa fungsi antara lain adalah sumber energy yang menyediakan 9,3 kalori per gramnya, pembawa zat-zat makanan esensisal, pelarut vitamin A, D, E, K, pelindung tubuh dari suhu dingin dan luka, penyimpan makanan cadangan, penyedap makanan dan penahan rasa lapar.
D.   Glukosa
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.
E.        PENGAMATAN
Tabel Pengamatan

No
Jenis Bahan
Reaksi perubahan warna
Hasil uji makanan
Lugol
Biuret
Benedick
Amilum
Protein
Glukosa
Lemak
1
Hati
tetap
merah kehitaman
merah bata


ü 
ü 
2
Nasi
buiru kehitaman
biru muda
merah bata
ü 

ü 
ü 
3
Tahu
putih kekuningan
ungu
merah bata

ü 
ü 

4
Tempe
tetap
coklat kekuningan
merah bata

ü
ü 
ü
5
Kuning telur
tetap
coklat
merah bata

ü
ü 
ü 
6
Susu
tetap
ungu
kuning

ü 

ü 
7
Jeruk
kuning
biru
tetap


ü 
ü
8
Mentega
jingga
tetap
kuning



ü 
9
Putih telur
tetap
ungu
ungu

ü 

ü 
10
Madu
merah bata
merah bata
jingga


ü 
ü 
11
Bakso
biru kehitaman
ungu
putih kekuningan
ü 
ü 

ü 

F.        DISKUSI
1.      Bahan makanan manakah yang lengkap kandungan zat makanannya?
Jawab: bahan makanan yang lengkap kandungan zat makanannya adalah nasi dan bakso, karena nasi mengandung amilum, glukosa, dan lemak. Sedangkan bakso mengandung amilum, protein dan lemak.
2.      Bahan makanan manakah yang mengandung karbohidrat, protein, lemak?
Jawab:
Bahan makanan yang mengandung amilum :nasi dan bakso
Bahan makanan yang mengandung protein : hati, tahu,tempe, susu, putih telur, dan bakso.
Bahan makanan yang mengandung lemak : hati, nasi, tempe, kuning telur, susu, mentega, putih telur, madu, dan bakso.
3.      Mengapa demikian? Berikan kesimpulanmu! (dijawab pada pembahasan)
G.       PEMBAHASAN
1.      Hati ayam
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan tidak berubah warna.
Menandakan bahwa hati ayam tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi merah keitaman.
Menandakan bahwa hati ayam tidak mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata
Menandakan bahwa hati ayam mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa hati mengandung lemak.
2.      Nasi
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan berubah warna menjadi biru kehitaman.
Menandakan bahwa larutan nasi mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi biru muda .
Menandakan bahwa nasi tidak mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata
Menandakan bahwa nasi mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa nasi mengandung lemak.
3.      Tahu
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan berubah warna menjadi  putih kekuningan.
Menandakan bahwa tahu tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi ungu.
Menandakan bahwa hati tahu mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata
Menandakan bahwa tahu mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas tidak menjadi transparan (meningalkan bekas).
Menandakan bahwa tahu tidak mengandung lemak.
4.      Tempe
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan tidak berubah warna.
Menandakan bahwa tempe tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi coklat keunguan.
Menandakan bahwa tempe mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata.
Menandakan bahwa tempe mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa tempe mengandung lemak.
5.      Kuning telur
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan tidak berubah warna.
Menandakan bahwa kuning telur tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi coklat keunguan.
Menandakan bahwa kuning telur mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata
Menandakan bahwa kuning telur mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa kuning telur mengandung lemak.
6.      Susu
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan tidak berubah warna.
Menandakan bahwa susu tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi ungu.
Menandakan bahwa susu mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi kuning.
Menandakan bahwa susu tidsk mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa susu mengandung lemak.
7.      Jeruk
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan berubah warna menjadi kuning.
Menandakan bahwa jeruk tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi biru.
Menandakan bahwa jeruk tidak mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata.
Menandakan bahwa jeruk mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa jeruk mengandung lemak.
8.      Mentega
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan  berubah warna menjadi orens (jingga).
Menandakan bahwa mentega tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi tetap.
Menandakan bahwa mentega tidak mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi kuning.
Menandakan bahwa mentega tidak mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa mentega mengandung lemak.
9.      Putih telur
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan tidak berubah warna.
Menandakan bahwa putih telur tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi ungu.
Menandakan bahwa putih telur mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi ungu.
Menandakan bahwa putih telur tidak mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa putih telurmengandung lemak.
10.  Madu
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan berubah warna menjadi merah bata.
Menandakan bahwa madu tidak mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata.
Menandakan bahwa madu tidak mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi merah bata
Menandakan bahwa madu mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa madu mengandung lemak.
11.  Bakso
Reaksi perubahan warna:
·         Ditetesi reagen lugol larutan makanan  berubah warna menjadi biru kehitaman.
Menandakan bahwa bakso mengandung amilum.
·         Ditetesi reagen biuret → larutan makanan berubah warna menjadi ungu.
Menandakan bahwa bakso mengandung protein.
·         Ditetesi reagen benedick (fehling A dan fehling B) lalu di panaskan dengan lampu spiritus → larutan makanan berubah warna menjadi putih kekuningan.
Menandakan bahwa bakso tidak mengandung glukosa.
·         Di oleskan pada kertas buram lalu dikeringkan → kertas akan menjadi transparan.
Menandakan bahwa bakso mengandung lemak.
Dari percobaan yang kami lakukan, makanan yang mengandung karbohidrat yaitu nasi dan bakso, hal  ini dibuktikan dengan  berubah warnanya larutan makanan itu menjadi biru kehitaman setelah di tetesi larutan lugol.
Tahu, tempe, kuning telur, susu, putih telur, dan bakso merupakan makanan yang mengandung protein hal ini di buktikan dengan perubahan warna menjadi ungu setelah di beri larutan biuret.
Makanan yang mengandung glukosa yaitu hati, nasi, tahu, tempe, jeruk, kuning telur, dan madu dibuktikan dengan perubahan menjadi merah bata setelah di tetesi dengan fehling A + B (benedict) lalu dipanaskan.
Hati, nasi, tempe, kuning telur, susu, mentega, putuh telur, madu, jeruk, dan bakso  mengandung lemak ini di buktikan dengan mengoleskan larutan makanan tersebut di kertas buram, setelah kertas dijemur, kertas menjadi tembus pandang ( transparan) dan ini yang membuktikan larutan makanan tersbut megandung lemak.
H.      KESIMPULAN
1.      Bahan makanan yang mengandung amilum, jika ditetesi lugol akan berubah warna menjadi beiru keitaman.
2.      Bahan makanan yang mengandung protein, jika ditetesi reagen biuret, akan berubah warna menjadi ungu.
3.      Bahan makanan yang mengandung glukosa, jika ditetesi reagen fehling A dan fehling B (benedick) lalu dipanaskan, akan berubah warna menjadi merah bata.
4.      Bahan makanan yang mengandung lemak, jika di teteskan di kertas buram lalu di jemur, kertas tersebut jika dilihat akan berwarna transparan.
5.      Nasi dan bakso merupakan zat makanan yang mengandung karbohidrat.
6.      Tahu, tempe, kuning telur, susu, putih telur, dan bakso merupakan makanan yang mengandung protein
7.      Hati, nasi, tahu, tempe, kuning telur, putih telur, jeruk, dan madu adalah zat makanan yang mengandung glukosa.
8.      Hati, nasi, tempe, kuning telur, susu, jeruk, mentega, putuh telur, madu, dan bakso  mengandung lemak.


DAFTAR PUSTAKA
Priadi, Arif.2010.Biologi 2 SMA Kelas XI.Jakarta:Yudhistira




0 komentar: